Strategi Supply Chain For Ecommerce

Strategi Supply Chain For Ecommerce

Tidak hanya untuk bisnis offline, pengelolaan logistik dalam e-commerce juga sangat diperlukan. Anda harus memahami barang-barang yang tersisa di gudang untuk menyediakan barang-barang terbaik kepada pelanggan. Dalam hal ini anda dapat memahami supply chain for e-commerce terlebih dahulu.

Jangan sampai informasi yang Anda tampilkan di tempat tidak sesuai dengan kondisi barang yang ada di gudang. Tentunya hal ini akan menurunkan reputasi bisnis Anda. Oleh karena itu, Anda dapat menerapkan strategi supply chain agar bisa memberikan yang terbaik kepada pelanggan.

Strategi Suply Chain

  1. Proses retur barang yang mudah

Karena belanja dilakukan secara online, terkadang konsumen menerima barang yang tidak sesuai dengan ekspektasinya sehingga ingin mengembalikannya. Sebagai penyedia layanan e-commerce yang baik, harap pastikan bahwa proses pengembaliannya sederhana dan jelas. Selain memuaskan pelanggan Anda, proses yang cepat ini juga memudahkan Anda dalam mengatur persediaan Anda.

  1. Implementasikan software khusus supply chain

Anda juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi saat membangun supply chain e-commerce. Gunakan software khusus untuk membantu Anda mengelola inventaris, memproses pesanan, melihat status supplier, dll. Dengan menggunakan software ini, Anda dapat memahami status logistik. Saat ini, ada banyak pelaku bisnis e-commerce yang menggunakan software khusus untuk mengelola supply chain mereka.

  1. Siap dengan plan B

Selalu siapkan rencana B, jika menurut Anda ada yang tidak berjalan dengan baik, Anda bisa langsung menerapkan rencana B. Misalnya Anda menjual barang impor dari luar negeri. Agar lebih aman, carilah beberapa pemasok yang menyediakan barang yang sama. Hal ini perlu dilakukan jika ada konsumen yang memesan barang namun jika barang sudah habis atau belum sampai, Anda pasti menghadapi keluhan konsumen.

Tentu saja setiap pelaku bisnis selalu menghindari hal ini. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa Anda tidak kehilangan pelanggan, harap pastikan bahwa Anda memiliki pemasok lain yang lebih mampu bekerja sama dengan Anda dengan menyediakan produk barang dengan benar dan tepat waktu.

  1. Estimasikan produk yang tepat

Sebaiknya jangan menyimpan terlalu banyak barang. Semakin banyak barang yang Anda simpan di gudang apalagi jika barang tersebut kurang diminati konsumen, hal ini akan membuat Anda mengalami kerugian.

Pikirkan baik-baik dengan melakukan perkiraan berapa banyak barang yang Anda butuhkan. Apalagi jika barang yang Anda pesan merupakan barang yang diimpor dari luar negeri. Tentunya ini akan memakan waktu lebih lama. Perkirakan juga permintaan pasar sehingga bisa memastikan produk yang tepat untuk distok.

  1. Tetap up-to-date

Jangan sampai anda salah dalam menerima informasi tentang stok barang di gudang. Misalnya Anda memberikan untuk produk tertentu. Harga diskon tentu akan membuat minat masyarakat meningkat dan akhirnya melakukan pembelian.

Namun ternyata barang di gudang tidak cukup yang tentunya akan membuat konsumen kecewa. Jadi perhatikan stok terlebih dahulu sebelum menjualnya baik itu harga diskon atau harga normal. Menerapkan supply chain for e-commerce akan membantu mendukung kelancaran bisnis anda.

Related Posts